Kiat Berpikir Positif

Utamakan berpikir positif, hindari berburuk sangka, terkadang banyak diantara kita mengeluh dan merasa kecewa dengan sesuatu hal atau terhadap orang lain, sehingga sering berprasangka buruk, bahkan menganggap orang lain jelek sekali sikap dan perbuatannya. Tapi kita kadang juga merasa sering tertipu dengan prasangka buruk tersebut, akhirnya merasa menyesal karena telah menganggap orang lain buruk, sementara dirinya sangat malu untuk meminta maaf atas prasangka buruk tersebut. Maka dari masalah tersebut kami mencoba mengumpulkan gagasan yang baik untuk menyikapi hal yang sering dihadapi kita semua, khususnya bagi admin.

Pikiran positif dan negatif senantiasa melintas di dalam benak kita. Namun kebanyakan kita lebih mudah untuk berpikir negatif atau memikirkan hal yang negatif. Kenapa? Karena kita belum terbiasa berpikir positif. Untuk itu mari kita coba hal-hal berikut:

Pertama, jangan memiliki harapan yang berlebihan pada orang lain atau pada situasi di luar kekuasaan dan kemampuan kita, karena yang paling bisa diharapkan dari semuanya hanyalah diri kita sendiri. Jadikan letak kepuasan pada keberhasilan kita berusaha seoptimal mungkin sesuai potensi kita, bukan diletakkan pada berhasil terwujudnya suatu keinginan. Oleh karenanya bila kita memiliki rencana, kita perlu mempersiapkannya dengan baik, namun memberikan toleransi bagi kemungkinan terjadinya kegagalan, dengan begitu kita tidak akan mudah kecewa.

Kedua, memahami bahwa kesalahan adalah manusiawi, sehingga kita akan merasa maklum bila orang lain berbuat salah. Setiap kita memiliki potensi yang berbeda, baik secara intelektual, emosi, latar belakang keluarga dan lain sebagainya, sehingga menyebabkan kita berbeda dalam memenuhi harapan orang lain. Oleh karenanya perlu sekali dibangun komunikasi yang terbuka untuk menyampaikan keinginan atau harapan sejelas mungkin.

Ketiga, memahami bahwa pada dasarnya manusia adalah baik. Kita seringkali kurang jeli untuk melihat niat yang sesungguhnya dibalik perilaku yang nampak. Untuk itu hal ini sangatlah baik untuk sering membiasakan diri mengamati terlebih dahulu sebelum menyimpulkan. Jangan terlalu terburu-buru menyatakan orang lain bersalah atau kurang baik tanpa menyelidiki terlebih dahulu penyebab orang tersebut melakukan kesalahan.

Keempat, memisahkan antara perasaan kita dengan perilaku orang lain. Sesungguhnya bila orang lain melakukan kesalahan itu adalah masalah dia meskipun hal tersebut mempengaruhi rencana kita. Kita boleh saja merasa kecewa namun jangan berlebihan, karena kecewa atau tidak, masalah sudah terjadi dan rasa kecewa tidaklah dapat menyelesaikannya.

Kelima, mengekspresikan perasaan negatif dengan cara positif. Sebagai manusia sudah sewajarnyalah bila kita memiliki perasaan kecewa, namun sebaiknya disampaikan dengan cara yang baik sehingga tidak membuat orang lain merasa terancam harga dirinya. Sampaikan perasaan kita, sebab dan akibatnya, misalnya; “Saya merasa kecewa karena kamu menghilangkan buku saya, sehingga saya menjadi sulit untuk belajar” atau sampaikan harapan kita, misal, “Saya sangat suka bila kamu selalu tepat waktu mengembalikan buku saya, sehingga saya tidak perlu mengulangnya berkali-kali”.

Semoga kita bisa menjadi manusia yang tidak pernah berprasangka buruk dalam situasi dan kondisi apapun. Ketahuilah bahwa berprasangka buruk merupakan salah satu penyakit hati.

 

Share this post

Post Comment