Hati Yang Sakit Bukan Sakit Hati

hikmahteladan.com – Sahabatku, Hati yang sakit adalah hati yang buta , hati yang sudah tidak lagi dapat membedakan mana jalan kebenaran dan mana jalan kebathilan , serta dijauhkan dari mencapai dan atau melihat jalan kembali kepada Agama Allaah.
Di antara tanda- tanda hati yang sakit adalah sulitnya untuk merealisasikan tujuan penciptaan dirinya, yaitu untuk mengenal dan beribadah kepada Allah, mencintai-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, kembali kepada-Nya dan memprioritaskan seluruh kehidupannya hanya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya, yang pada akhirnya, hamba yang memiliki penyakit dalam hatinya akan lebih mendahulukan keinginan daripada mentaati dan mencintai Allah ‘azza wa jalla.

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلاً
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (QS. Al Furqan: 43).
Beberapa ulama salaf menafsirkan ayat ini dengan mengatakan, orang yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah dia yang senantiasa menunggangi hawa nafsunya, sehingga kehidupan yang dijalaninya di dunia ini layaknya kehidupan binatang ternak, tidak mengenal Rabb-nya ‘azza wa jalla, tidak beribadah kepada-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan jahannam adalah tempat tinggal mereka’ (QS. Muhammad: 12)”
Diantara tanda – tanda hati yang sakit kemudian adalah pemiliknya tidak lagi merasa terluka akibat tindakan kemaksiatan dan akan terus bergelimah dosa dan menyenangi kemaksiatan dan kekufuran, maksudnya adalah ketika mereka bermaksiat, mereka tidak lagi mengingat Allah ‘azza wa jalla, ancaman dan siksa yang disediakan oleh-Nya bagi pelaku kemaksiatan, tidaklah menjadikan mereka ingat akan balasannya dan justru membawa mereka semakin tenggelam dan menyenangi perbuatan dosa.
Yang kemudian akan membawa pemiliknya  kepada sikap dan sifat yang tidak lagi merasa risih dengan kebodohannya terhadap kebenaran dan ketidaktahuan terhadap berbagai keyakinan yang menyimpang.

Kebodohan adalah kematian sebelum pemiliknya mati,

tubuh mereka layaknya kuburan sebelum dikuburkan

Kepada tubuh yang semula, ruh mereka ingin kembali,

padahal bagi mereka, tidak ada kebangkitan hingga hari kebangkitan

Mereka bisu , tuli dan buta serta tidak dapat lagi kembali kejalan yang benar, Pemiliknya hati yang sakit akan lebih condong kepada kehidupan dunia, merasa aman dan tenteram dengannya, tidak mengharapkan kehidupan akhirat dan tidak berusaha mempersiapkan bekal untuk kehidupannya kelak disana.

Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai. Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi (Qs : An Nahl)

 

Share this post

Post Comment