Bagaimana Nilai Ibadah Seseorang

hikmahteladan.com – Pengertian dan atau Definisi dari Ibadah dalam agama islam secara etimologi berarti suatu perbuatan merendahkan diri serta tunduk , Sedangkan pengertidan ibadah menurut terminologi ibadah mempunyai dapat bermakna  taat kepada setiap perintah Allah Subhanahu Wata’ala dengan sepenuh hati melaksanakan perintah – Perintah Nya melalui perantaraan lisan para Nabi dan atau Rasul – Nya.

Dalam pengertian yang lebih luas Ibadah adalah sebuah bentuk penghambaan manusia terhadap Sang Pencipta yang dalam pelaksanaan nya mencakup secara keseluruhan kegiatan disetiap harinya sesuai dengan aturan – aturan (agama) yang telah ditetapkan Nya karena rasa cintai dan ingin mendapatkan Ridha Allah Azza wa Jalla, baik itu berupa suatu ucapan dan atau berupa perbuatan, baik zhahir maupun bathin.

Ibadah kemudian dalam pelaksanaannya terbagi menjadi beberapa bagian yakni ibadah hati, secara lisan, dan dengan anggouta badan dengan disertai rasa takut, pengharapan dan cinta, dengan dibumbui oleh rasa ketergantungan hanya kepada Nya dalam menjalankan segala sesuatu adalah merupakan rangkaian perasaan yang haruslah dimiliki oleh seroang hamba dalam melaksanakan ibadah yang pada akhirnya jika kesemua perasaan itu digabungkan tidaklah ada kekhawatiran serta kesedihan dalam diri seorang hamba sebagaimana dijelaskan dalam ayat – ayat Nya.

Nilai suatu Ibadah dari Seorang Muslim mustinya dan memang seharusnya bukanlah suatu tanggung jawab dan atau urusan kita pun demikian bukanlah tanggung jawab serta urusan orang lain karena hal tersebut adalah semata – mata haq prerogatif Allah Subhanahu Wata’ala, namun demikian dalam hal syariat dan atau tata cara pelaksanaan ibadah adalah menjadi tanggung jawab mereka yang mengetahui dan memang telah menjadi kewajiban bagi mereka yang mengetahui untuk mengajarkan , mengingatkan dan atau menasehati adapun ketika semua telah sudahlah dilakukan maka putuslah kewajiban itu.

Pun demikian dalam rangka untuk melaksanakan suatu ibadah bukanlah lantas harus semuanya dikerjakan dan memanglah nyata sebagaimana tertulis didalam al quran bahwa kita tidaklah akan sanggup untuk mengerjakan segala perintah Nya serta menjauhi larangan Nya secara penuh.

Karenanya kemudian dijelaskan didalam Al Quran surah Al Baqarah bahwasanya Allaah Subhanahu Wata’ala tidaklah membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya maka ‘kerjakanlah suatu amalan ibadah yang sekiranya kita sanggup untuk mengerjakan nya dan hendaknyalah dilaksanakan dengan Istiqomah.

Amalan yang sedikit namun jika kemudian dilaksanakan secara continue dan atau istiqomah atau juga langgeng adalah lebih baik nilainya dari amalan yang banyak akan tetapi kemudian putus di tengah jalan,  hal ini juga berarti bahwa ketaatan seseorang kepada Allah Subhanahu Wata’ala juga berlangsung secara terus – menerus, tentunya harus kemudian disertai dengan keikhlasan niat, serta menjaga sikap dalam menghadapkan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala sehingga akan dapat membuahkan suatu hasil yang berlipat ganda.

Share this post

Post Comment